Kualitas Bahan Diragukan & Debu Mengganggu, Warga Lampung Selatan Keluhkan Proyek Rehabilitasi Air Baku Way Andeng
Newskabarindonesia.com, LAMPUNG SELATAN — Proyek rehabilitasi Sistem Penyediaan Air Baku Way Andeng untuk Kawasan Pariwisata PSN Bakauheni Harbour City yang bernilai mencapai Rp25,5 miliar dan dikerjakan oleh PT. Rah Rah Red Wana Bhakti, menuai keluhan dari warga sekitar. Selain khawatir kualitas bangunan tidak terjamin, warga juga merasa terganggu dengan kondisi lingkungan yang berantakan dan berdebu akibat aktivitas proyek tersebut.
Sejumlah warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan mengaku prihatin sekaligus khawatir melihat kualitas bahan yang digunakan dalam proyek yang bersumber dari APBN 2026 tersebut. Pasalnya, bahan bangunan yang terlihat digunakan di lokasi dianggap tidak sesuai standar.
“Kami melihat langsung pasir yang dipakai dicampur dengan tanah. Kalau bahannya saja sudah tidak sesuai, bagaimana mungkin bangunan ini bisa kuat dan tahan lama? Kami sangat khawatir, takutnya proyek ini hanya tampak bagus di atas kertas, tapi kualitasnya di bawah standar,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak disebutkan, Selasa (18/8/2026).
Selain masalah kualitas bahan, warga juga sangat terganggu dengan kondisi lingkungan di sekitar lokasi pembangunan. Tumpukan tanah dan material yang berserakan di sepanjang jalan menimbulkan debu yang beterbangan setiap kali kendaraan lewat.
“Tanah dan material berserakan di mana-mana. Setiap ada kendaraan lewat, debunya tebal sekali sampai ke dalam rumah. Anak-anak jadi sering batuk dan sesak napas. Kami berharap pelaksana proyek lebih memperhatikan kebersihan dan kenyamanan warga di sekitar lokasi,” keluh warga lainnya.
Proyek yang ditargetkan selesai dalam 203 hari kalender ini dikelola oleh Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung, Kementerian Pekerjaan Umum. Warga berharap pihak terkait segera melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas bahan serta pelaksanaan pembangunan, agar proyek yang bernilai miliaran rupiah ini benar-benar berkualitas, aman, dan tidak merugikan masyarakat.
“Jangan sampai karena bahan yang tidak sesuai, bangunan ini cepat rusak dan uang negara terbuang percuma. Kami juga minta agar lokasi pembangunan lebih tertata dan debu diredam, jangan sampai warga yang tinggal di sekitar terus menjadi korban ketidakpedulian pelaksana proyek,” tambah warga.
Hingga saat ini belum ada tanggapan resmi dari pihak kontraktor maupun perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai Mesuji Sekampung terkait keluhan warga tersebut. Warga berharap keluhan ini segera ditindaklanjuti agar pembangunan berjalan sesuai standar dan kenyamanan masyarakat tetap terjaga. (Red)

















