Home / Apakabar INDONESIA / Bandar Lampung

Jumat, 18 Juni 2021 - 23:16 WIB

Pansus LKPJ DPRD Menilai Ada Ketidak Sesuaian Anggaran Biro Adpim

Pansus LKPj DPRD Lampung menilai ada ketidaksesuaian dalam penggunaan anggaran Biro Administrasi Pimpinan (Adpim) Setda Pemprov Lampung tahun anggaran 2020.

Contohnya, belanja alat protokol kesehatan seperti masker, handsanitizer, sabun, alat pengecek suhu tubuh yang semula dianggarkan dalam laporan, malah direalisasinya tidak belanja. Justru menggunakan anggaran Dinas Kesehatan.

“Inikan dilaporan ada belanja masker, nah ini yang mengadakan atau yang belanja Biro Adpim,” kata Anggota Pansus Made Bagiasa saat rapat LKPj di Ruang Rapat KYudi Hermanto selaku Kabiro Adpim mengatakan, pihaknya tidak belanja alat prokes, melainkan mengajukan pengusulan pengadaan alat ke Dinas Kesehatan.

“Kami berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk menyiapkan itu termasuk alat prokes yakni masker, sabun cuci tangan, handsanitizer dan alat pengecek suhu tubuh,” kata dia.
Alat prokes tersebut disiapkan ketika gubernur dan wakil gubernur mengadakan kegiatan di lingkungan kantor gubernur.

Baca Juga  Walikota Bandar Lampung Antusias Dengan Warganya Yang Terkena Banjir,Dan Tinjau Langsung Pemasangan Talud

“Pengadaan alat prokes dinas kesehatan. Kami tidak belanja masker tapi kalau ada kegiatan misalnya menerima tamu, audiensi serta rapat di ruang utama gubernur kita juga minta by telepon atau mengajukan keperluan tersebut ke dinas kesehatan karenakan tamu ada yang tidak pakai masker, rusak maskernya dan lainya,” ujar dia.omisi, Kamis (27/5).Sementara, Anggota Pansus Ketut Erawan menilai, bahwasanya kinerja Satga Lampung tidak baik karena ruangan gubernur masih perlu disiapkan alat prokes ketika rapat (seharusnya sudah disterilkan sebelumnya).

Baca Juga  Hanifah Reses di Pesawaran

“Gugus tugas ini berarti tidak baik kerjanya masa kantor gubernur masih disiapkan alat prokes itu artinya ruangan itu kan tidak steril berarti gugus tugasnya tidak benar kerjanya, bagaimana covid ini mau hilang kalau gugus tugas tidak benar,” ujar dia.Berdasarkan informasi yang didapat, biro adpim mendapatkan dana dari APBD murni sekitar Rp9 miliaran tetapi terkena recofusing sekitar Rp3 miliaran.

Realiasasinya sekitar Rp6 miliaran atau sebanyak 3,8 persen dengan silva sebesar Rp30 juta yang terdiri atas anggaran perjalanan dinas, sewa kendaraan, belanja modal komputer, belanja dokumentasi, pegawai lembur serta alat tulis kantor (ATK). (ang)

Share :

Baca Juga

Apakabar INDONESIA

PD TIDAR Sumut Salurkan Bantuan Korban Banjir Bandang Desa Yukka Tapanuli Tengah

Apakabar INDONESIA

Jelang Natal dan Tahun Baru, PT Prima Indonesia Logistik Pastikan Operasional Tetap Berjalan

Apakabar INDONESIA

Lahan Parkir Rumah Sakit Prima Husada Cipta PHC (Pelindo) Medan Amburadul

Apakabar INDONESIA

Pelindo Dukung Pengiriman Cadangan Beras Pemerintah ke Pulau Nias

Apakabar INDONESIA

Penumpang Natal 2025, Pelindo Regional 1 Belawan Pastikan Kesiapan Terminal Bandar Deli Belawan

Apakabar INDONESIA

BNCT Perkuat Sinergi Stakeholder Tingkatkan Kesiapsiagaan Tanggap Darurat di Pelabuhan Belawan

Apakabar INDONESIA

BNCT dan Sei Mangkei Dry Port Teken MoU Perkuat Konektivitas Logistik Sumatera Utara

Apakabar INDONESIA

527 Wisudawan Universitas Tjut Nyak Dhien Medan (UTND) Wisuda di Tiara Convention Center Medan