Perjalanan Lebih Moderatif Akibat Dekatnya Ramadhan dan Faktor Eksternal
Nwwskabarindonesia.com, LAMPUNG SELATAN, 4 JANUARI 2026 – Arus pergerakan masyarakat yang kembali ke Jawa dari Sumatera selama periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026 berlangsung relatif stabil dan terkendali, meskipun mencatat kenaikan dibandingkan tahun lalu. PT ASDP Indonesia Ferry mencatat sebanyak 647.898 orang dan 161.695 unit kendaraan telah menyeberang sejak H-10 (15 Desember 2025) hingga H+9 (3 Januari 2026).
Angka tersebut menunjukkan kenaikan 1% untuk jumlah penumpang dan 4,2% untuk kendaraan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pola perjalanan masyarakat tahun ini cenderung lebih moderat dengan distribusi yang merata sepanjang periode Nataru.
Direktur Keuangan ASDP, Bunga Herlina Oktaviyanti, menjelaskan bahwa karakteristik libur Nataru tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kedekatan jarak waktu antara Nataru dan Ramadhan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan masyarakat untuk bepergian. “Selain karena jarak libur yang berdekatan dengan Ramadhan dan libur sekolah di bulan puasa, masyarakat juga mempertimbangkan faktor cuaca ekstrem, sehingga sebagian memilih menunda perjalanan dan fokus pada mudik Lebaran,” ujarnya.
General Manager ASDP Cabang Bakauheni, Partogi Tamba, menambahkan bahwa faktor eksternal lain seperti terjadinya bencana di beberapa wilayah Sumatera juga membuat masyarakat lebih selektif dalam menentukan waktu perjalanan.
Memasuki H+9 atau Sabtu (3/1), intensitas arus balik mulai menguat. Selama 24 jam, tercatat 106 trip kapal beroperasi melayani penyeberangan. Total penumpang yang menyeberang melalui Pelabuhan Bakauheni, Wika Beton, dan BBJ Muara Pilu mencapai 40.131 orang atau naik 11,5% dibandingkan tahun lalu, sedangkan total kendaraan mencapai 9.851 unit atau naik 12,4%. Kenaikan signifikan terjadi pada kendaraan roda dua sebesar 41,1%.
ASDP telah melakukan berbagai langkah penguatan kesiapan layanan menjelang Lebaran 2026, termasuk ramp check untuk memastikan kesiapan armada dan fasilitas pelabuhan, penambahan trip, serta optimalisasi pelabuhan alternatif. Periode Nataru ini sekaligus menjadi bahan evaluasi penting untuk meningkatkan kualitas layanan pada Angkutan Lebaran 2026. (Imron/Red)


















