Hukum dan Kriminal Medan

Autobon Tak Sesuai dan Pungli Merajalela, PT Tanto Belawan dan Pelindo di Demo

BELAWANnewskabarindonesia.com: Berujung auotobon tak sesuai kerja, depo Countiner PT Tanto dan PT Pelindo di demo masa F-PSTP Belawan minta hapus pungli di Pelabuhan Internasional dan Domestik, Kamis (24/10/2024).

Dalam aksi, Setia Bina Jaka Hutajulu SH.MH Sekertaris Federasi Persatuan Supir Truk Pelabuhan (F-PSTP Belawan) menyampaikan bahwa terjadi perampasan hak supir di Pelabuhan Belawan.

Dimana, PT Tanto Cabang Belawan dalam autobon surat perintah kerja melakukan bongkar countiner di depo Tanto Intim Line di Jalan Raya Pelabuhan Belawan Medan Sumatera Utara akan tetapi supir diarahkan tanpa diberikan ongkos melakukan bongkar countiner di Pelabuhan Domestik.

Dalam tuntutan F-PSTP Belawan bahwa supir dirampas hak nya dan supir alami kerugian ongkos biaya kegiatan bongkar countiner di Pelabuhan Internasional dan Pelabuhan Domestik Belawan yang marak pungli.

Dijelaskannya, Pihak PT Tanto tidak akan memberikan biaya kompensasi seribu rupiah pun kepada supir lantaran PT Tanto Intim Line Belawan tidak berkaitan kepada supir dalam biaya bongkar container.

Baca Juga  Idul Adha, H Sailendra Damanik dan Keluarga Sembelih 3 ekor Lembu Hewan Qurban

Tidak menemukan solusi saat berdialog dengan Kepala Cabang Tanto Belawan, Aksi masa F-PSTP Belawan melanjutkan blokir  Jalan Raya Pelabuhan depan Gate 2 PT Prima Indonesia Logistik Belawan lalu masa bergerak menuju gedung Graha PT Pelindo melanjutkan aspirasinya.

“Setiba masa aksi di gerbang utama gedung Graha Pelindo di Jalan Lingkar Pelabuhan Belawan tidak lama kemudian pihak Pelindo menerima secara baik perwakilan F-PSTP Belawan untuk tatap muka dialog”.

Usai pertemuan tersebut, Setia Bina Jaka Hutajulu Sekertaris (F-PSTP Belawan) yang kembali memaparkan bahwa tuntutan yang disampaikan tentang pelayanan penyediaan alat terbatas dan temuan pungli direspon pejabat PT Pelindo yang hadir dalam dialog.

“Hal itu disampaikan dengan berbagai problem dihadapi supir diantaranya diminta uang, tiada tempat parkir truk dan sukitnya supir mengejar trip dan PT Pelindo berjanji akan memperbaiki di bidang jasa pelayanannya”.

Baca Juga  Komisi III DPR RI Desak Penegak Hukum Untuk Bongkar Tuntas , Dan Periksa Aset Kekayaan Milik Mafia BBM Evan Jika Terindikasi Didapat Dari Bisnis BBM Ilegal

Menarik perhatian, supir kami di minta uang saat bongkar countiner diperlihatkan dalam sebuah video. Kata Sekertaris (F-PSTP Belawan) kepada pejabat Pelindo.

“Operator dan Teli yang terlibat melakukan pungli kepada supir di Pelabuhan BNCT dan PMT telah diberikan sanki tegas,” ujar Setia Bina Jaka Hutajulu, SH. MH.

Ditempat yang sama pula, Yusuf Sudarsono mewakili Belawan New Countiner Terminal BNCT Pelindo (Persero) mengatakan kepada media sebenarnya tidak ada hambatan mungkin kawan kawan dari supir kurang kordinasi di lapangan untuk mengikuti SOP sesuai aturan.

Disini, kita telah sosialisasikan kepada Organda dan mungkin Organda tidak menyampaikan informasi seluruhnya kepada supir dan MKL. “Terkait pungli di Pelabuhan itu tidak ada dan pelayanan tidak dipungut biaya,” tutur Yusuf Sudarsono.

(Rikcy)

 

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *