KEMARAU PANJANG + ABU GUNUNG ANAK KRAKATAU: KETUA DPD PAN BELA JAYANTI BAGIKAN AIR BERSIH DI DESA GUNUNG TERANG, DISAMBUT ANTUSIAS WARGA
Newskabarindonesia.com, LAMPUNG SELATAN — Musim kemarau yang berkepanjangan dibarengi dengan erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) membawa dua kali lipat kesulitan bagi warga Kabupaten Lampung Selatan. Debu abu vulkanik yang bertebaran ke berbagai daerah, terutama di Kecamatan Kalianda, memperberat kondisi lingkungan dan ketersediaan air bersih yang kian menipis akibat cuaca kering. (08/09/2026)
Menanggapi kondisi tersebut, Ketua DPD PAN Kabupaten Lampung Selatan, Bella Jayanti, turun langsung ke Desa Gunung Terang dan sekitarnya untuk membagikan bantuan air bersih kepada warga yang membutuhkan. Kegiatan ini disambut sangat antusias oleh masyarakat Gunung Terang yang merasa sangat terbantu dengan hadirnya bantuan tersebut di tengah krisis air dan gangguan debu vulkanik.
Bella Jayanti menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bentuk kepedulian partai dan perhatian nyata terhadap kesulitan rakyat yang diakibatkan gabungan dua bencana sekaligus: kemarau ekstrem dan dampak erupsi Gunung Anak Krakatau.
“Kami melihat saudara-saudara kita di sini menghadapi dua tantangan berat sekaligus: air yang semakin sulit didapat karena kemarau panjang, ditambah debu abu Gunung Anak Krakatau yang beterbangan dan mengotori lingkungan. Maka kami hadir membawa air bersih sebagai bentuk kepedulian dan kebersamaan. Semoga sedikit meringankan beban warga,” ujar Bella di tengah pembagian bantuan.
Warga Desa Gunung Terang menyambut baik dan sangat berterima kasih atas perhatian tersebut. “Sangat membantu sekali, air bersih sekarang sangat sulit didapat. Ditambah debu dari Gunung Anak Krakatau sering turun, membuat kita butuh air lebih banyak untuk kebersihan. Terima kasih Ibu Bella dan DPD PAN,” ungkap salah satu warga dengan antusias.
Saat ini Gunung Anak Krakatau masih berstatus Level III (Siaga) dan musim kemarau diperkirakan masih berlangsung. Warga berharap perhatian dan bantuan serupa terus berlanjut hingga kondisi membaik. Masyarakat tetap diimbau untuk hemat air, menjaga kebersihan lingkungan, dan selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan guna menghindari gangguan pernapasan akibat debu vulkanik. (Imron)





















