Lampung Selatan

Ketua Komisi I DPRD Lamsel Paparkan Nila-nilai Pancasila

Lampun Selatan,Newskabarindonesia.com : Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Dwi Riyanto memaparkan nilai pancasila di Desa Triharjo Kecamatan Merbau Mataram. Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, terhitung dari hari Sabtu – Minggu, (18-19/3/2023).

Dwi Riyanto menjelaskan, pemahaman terhadap pancasila dan wawasan kebangsaan saat ini sangat penting. Apalagi saat ini sering terjadi aktivitas permasalahan sosial yang mengarah kepada potensi konflik, intoleransi dan lunturnya jiwa kebangsaan.

“Ada 4 pilar yang menjadi dasar negara dan wajib diketahui oleh para generasi muda serta seluruh warga Indonesia. Diantaranya Pancasila, UUD 1945, NKRI dan bhineka tunggal ika,” ujar Dwi.

Menurutnya, saat ini Perkembangan teknologi semakin masif, ini salah satu potensi dan ancaman bagi generasi penerus jika tidak pandai memilah dan memilih cara menggunakannya.

Baca Juga  Seleksi Kompetensi Calon Pegawai PPPK Hari Kedua di Lamsel Berjalan Lancar

“Untuk itu sebarkan pesan optimisme,semangat persatuan dan berlomba-lomba memberikan informasi yang edukatif, jangan sebaliknya, yang akan memecah belah keutuhan NKRI,” ujarnya.

Selain itu, ia menyampaikan sekelumit cerita tentang berdirinya pancasila, sejak dari perumusan oleh badan penyelidik usaha-usaha persiapan kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) sampai dengan disahkan dalam pembukaan UUD 1945.
“Pancasila sebagai guiding principles bagi kehidupan bangsa Indonesia yang meliputi ketuhanan, kemanusiaan, nasionalisme, demokrasi, dan keadilan sosial,” terangnya.

Diantara pemaparan materinya, Dwi Riyanto juga “menghadirkan” presiden pertama Indonesia Ir. Soekarno dengan cara pidato berbahasa Inggris menirukan pidato Soekarno saat memperkenalkan pancasila pada tanggal 17 Mei 1956 di hadapan anggota kongres Amerika Serikat.

Baca Juga  Antisipasi Lonjakan Penumpang NATARU, Gapasdap Lamsel Tingkatkan Kesiap Siagaan

Kemudian, Dwi Riyanto menunjukkan pakaian seragam lengkap Leguin Veteran Republik Indonesia (LVRI).

“Di hadapan kita, terdapat satu kursi kosong yang khusus kita sediakan untuk pakaian LVRI, maksudnya adalah bahwa meskipun para kemerdekaan tidak hadir di tengah kita, namun jiwa dan semangatnya hadir di tengah kehidupan kebangsaan kita,” imbuhnya.

Diketahui dalam kesempatan tersebut juga dihadiri Kepala Desa Triharjo Santoso, Bhabinkamtibmas Aipda Ade Irawan, serta aparatur desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan tokoh perempuan.(Rls)

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *