Apakabar INDONESIA Bandar Lampung

Traktir Warga Sekitar Bunda Borong Dagangan di Pulau Pasaran, Ciptakan Suasana Harmonis

Newskabarindonesia.com-Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung Hj. Eva Dwiana Borong jajanan pedagang sekitar untuk traktir warga sambil ciptakan suasana harmonis di Tengah masyarakat, di Kampung Nelayan Modern (Salamo) Pulau Pasaran disela menunggu acara Safari Gemarikan dimulai, Selasa (27/02/24).

Berdasarkan pantauan di Lokasi Wali Kota Hj. Eva Dwiana memborong sejumlah jajanan pedagang yang ada di Sekitar Sentra Pengolahan Ikan Pulau Pasaran.

Baca Juga  Mingrum Gumay : Pentingnya Menerapkan Nilai Pancasila di Zaman Modernisasi Sebagai Salah Satu Upaya Menjaga Persatuan

Adapun dagangan yang diborong Bunda adalah jajanan seperti Bakso, Cireng, Pempek, Nugget Seafood Goreng (Olahan Ikan), Es Cincau.

Warga sekitar nampak antusias ikut jajan bareng yang ditraktir Wali Kota Bunda Eva walaupun sedikit antri, kemudian banyak pilihan jajanan yang telah diborongnya.

Baca Juga  Ikatan Keluarga Papua Lampung Siap Sukseskan Pilkada Serentak 2024

Terlihat pula Wali Kota Eva Dwiana duduk dan makan bareng sambil berbincang santai dengan warga sekitar terutama ibu-ibu masyarakat Kampung Nelayan Pulau Pasaran.

Wali Kota Perempuan yang terkenal dekat dengan warga apalagi Ibu-Ibu memang sangat ahli dalam menciptakan suasana harmonis di Tengah-tengah masyarakatnya

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bandar Lampung

Bandarlampung – Aspirasi masyarakat Kabupaten Lampung Tengah, menjadi catatan anggota Komisi V DPRD Provinsi Lampung, Jauharoh Hadad, usai menggelar reses tahap III tahun 2023. “Ya, kita baru saja menyelesaikan agenda reses. Yang mana masa istirahat, kami maksimalkan untuk bertemu, dan bersilaturahmi dengan masyarakat sesuai Dapil,” kata Anggota Fraksi PKB DPRD Provinsi Lampung, Jauharoh Hadad, Senin (11/9/2023). Menurutnya, silaturahmi yang dikemas dalam kegiatan reses kemaren. Tercatat, ada dua hal sangat penting dan mayoritas dikeluhkan warga Lampung Tengah. Yaitu, BPJS Kesehatan dan tidak adanya SMAN di sejumlah kecamatan. “Sudah kita catat, dan harus kita tidak lanjuti. Untuk diperjuangkan, apalagi soal Kesehatan dan Pendidikan sangat mendasar yang harus diutamakan,” ungkapnya. Lebih lanjut, Muslimat NU Kabupaten Lampung Tengah tersebut mengaku disektor pendidikan, terkendala sistem zonasi yang digunakan pada PPDB. Sementara, warga yang berada di perbatasan kecamatan, tidak dapat kuota zonasi. “Maka, solusinya adalah ini diusulkan setiap kecamatan harus ada sekolahan SMA. Ini nanti kita komunikasikan ke dinas pendidikan,” ungkapnya. Sebagai contoh, di Kecamatan Bekri Lampung Tengah, hingga saat ini belum ada SMAN, yang seyogyanya harus ada. “Ini makanya diusulkan supaya adanya SMA di daerah tersebut,” kata Jauharoh. Sementara, tambah Jauharoh. Untuk BPJS kesehatan yang dari pemerintah. Mayoritas, warga susah menggunakan untuk pengobatan. Hal tersebut, disebabkan tidak aktif dan tidak bisa digunakan. “Kalau soal ini, solusinya ada di warganya sendiri. Karena, 2 bulan saja tidak digunakan di Puskesmas atau Rumah Sakit. Maka, akan non-aktif. Nah, namanya gratis pasti untuk kembali dipakai itu harus mendaftarkan kembali di mana dia dicantumkan di BPJS kesehatan tersebut. Kami, sudah kasih solusi, bisa lewat saya atau mengurus sendiri,” ujarnya