Semarak HUT Lamsel ke-69, Artis Ibukota dan 17 Kecamatan Guncang Panggung Budaya di Lapangan Korpri
Newskabarindonesia.com, LAMPUNG SELATAN — Perayaan Hari Ulang Tahun Kabupaten Lampung Selatan ke-69 berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Sebanyak 6.500 peserta memadati Lapangan Korpri Way Urang, Kalianda, Minggu (16/11/2025), untuk mengikuti Parade Budaya yang menampilkan pakaian adat, tarian tradisional, serta pertunjukan seni dari 17 kecamatan se-Lampung Selatan.
Kemeriahan semakin pecah dengan penampilan sejumlah artis Ibukota, seperti Uya Kuya, Eko Patrio, Pasha Ungu, Desy Ratnasari, hingga Zumi Zola yang mengguncang panggung hiburan HUT Lamsel 2025.
Acara ini turut dihadiri tokoh nasional dan daerah, antara lain Menko Pangan Zulkifli Hasan, UKP Zita Anjani, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Saiful Anwar, Anggota DPR RI Putri Zulkifli Hasan, Forkopimda, serta tamu undangan lainnya.
Rangkaian acara dibuka dengan Tari Tuping 12 Wajah yang memukau ribuan warga. Pada kesempatan itu, Rekor MURI diserahkan kepada Bupati Lampung Selatan dan disaksikan langsung oleh Menko Pangan.
Setelah itu, Menko Pangan menyampaikan sambutan sekaligus melepas Parade Budaya yang diikuti ribuan peserta dari seluruh kecamatan.
Setiap kecamatan menampilkan kesenian dan pameran budaya khas mereka. Berikut ragam seni yang dipamerkan:
Kalianda: Tari Bedana, hadra, tapis
Rajabasa: Seni Sekura, tari pesisir, seruit
Penengahan: Musik rudat, anyaman tradisional
Bakauheni: Tari Gandrung, kerajinan kayu
Katibung: Tari Sembah, ukiran tradisional, pawai budaya
Candipuro: Reog Lampung, seni rotan
Sidomulyo: Tari kreasi, festival tapis
Tanjung Bintang: Gerabah, pawai desa
Natar: Musik tradisional, UMKM desa
Jati Agung: Tari Melinting, bazar kuliner
Merbau Mataram: Musik gambus, batik Lampung
Ketapang: Musik gambus pesisir, pameran kerang
Palas: Hadra, permainan rakyat
Sragi: Tari Melinting, olahan ikan
Tanjung Sari: Cetik tradisional, busana adat
Way Panji: Kuntau tradisional, rebana
Way Sulan: Tari kreasi, hasil bumi desa
Sejak pagi, ribuan pengunjung memadati area pameran untuk melihat pertunjukan seni, mencicipi kuliner lokal, hingga membeli kerajinan tangan khas desa.
“Sementara itu, Bupati Lampung Selatan menegaskan pentingnya merawat warisan budaya sebagai identitas daerah, Kegiatan ini menjadi ruang besar bagi desa untuk menunjukkan karya seni dan warisan budaya yang selama ini dijaga. Antusias masyarakat sangat luar biasa,” ujarnya.
“Desa adalah akar budaya Lampung Selatan. Parade budaya ini bukan sekadar hiburan, tetapi pengingat bahwa seni adalah kekuatan masyarakat. Ke depan, acara ini akan kita jadikan agenda tahunan,” tegasnya.
Pemkab juga memperkenalkan Program Sanggar Desa Mandiri sebagai upaya regenerasi pelaku seni dan peningkatan kapasitas kreator budaya lokal.
Stan UMKM dari seluruh kecamatan—mulai dari kuliner, kerajinan, tapis, kopi, hingga hasil laut—ramai diserbu pengunjung. Sejumlah pelaku usaha mengaku mengalami peningkatan omzet signifikan selama gelaran berlangsung.
Acara ditutup dengan Parade Budaya yang menegaskan keberagaman Lampung Selatan sebagai kabupaten yang kaya seni, adat, dan tradisi. (Imron)



















