ASDP Luncurkan Sterilisasi Pelabuhan di 6 Gerbang Utama, Layanan Penyeberangan Kini Lebih Aman dan Modern
Newskabarindonesia.com’ Bakauheni – Merak – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi melakukan soft launching implementasi sterilisasi di enam pelabuhan utama nasional pada Senin (20/7). Program ini diterapkan di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ketapang, Gilimanuk, Kayangan, dan Lembar sebagai langkah strategis mewujudkan pelabuhan yang lebih aman, tertib, modern, dan berstandar internasional.
Sterilisasi pelabuhan dilaksanakan berdasarkan UU No. 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran, Permenhub No. 91 Tahun 2021 tentang Zonasi Kawasan Pelabuhan Penyeberangan, serta standar keamanan internasional ISPS Code. Selama dua pekan terakhir, ASDP bersama regulator, aparat keamanan, operator kapal, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan telah menyelesaikan sosialisasi dan penyempurnaan infrastruktur sebelum implementasi.
Direktur Operasional dan Transformasi PT ASDP, Rio Lasse, menjelaskan sterilisasi adalah perubahan menyeluruh dalam tata kelola pelabuhan:
“Kami ingin setiap orang, kendaraan, dan aktivitas di kawasan pelabuhan dapat teridentifikasi, terverifikasi, dan termonitor dengan baik. Dukungan teknologi Face Recognition, sistem registrasi digital, One Gate System, serta pengendalian akses berbasis zonasi akan memperkuat keamanan sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan.”
Kawasan pelabuhan kini dibagi menjadi tiga zona dengan pengaturan akses yang jelas:
– Zona 3 – Area vital, hanya boleh diakses personel berwenang
– Zona 2 – Area terbatas, khusus penumpang & kendaraan yang sudah memiliki tiket
– Zona 1 – Area terbuka, fasilitas umum dan kawasan komersial tertata
Akses ke Zona 2 dan 3 dilarang bagi pengguna tanpa tiket, calo, pedagang tidak resmi, pembawa barang berbahaya tanpa izin, serta petugas/vendor yang tidak sesuai kewenangan dan belum melapor.
Corporate Secretary ASDP, Windy Andale, menegaskan kebijakan ini tidak mengusir masyarakat:
“Sterilisasi bukan untuk membatasi aktivitas masyarakat, melainkan membangun budaya baru yang mengedepankan keselamatan, keamanan, kedisiplinan, dan pelayanan prima. Ruang usaha tetap tersedia dan tertata di Zona 1.”
Pengamat transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno, menilai sterilisasi adalah kebutuhan mendesak untuk modernisasi pelabuhan, memperlancar arus logistik dan penumpang. Namun ia mengingatkan:
– Harus menyediakan ruang usaha layak di Zona 1 bagi pedagang dan pekerja pelabuhan
– Pastikan kesiapan infrastruktur: e-ticketing, gerbang otomatis, jaringan IT, dan kapasitas parkir
– Sinergi antar pihak menjadi kunci utama keberhasilan
Di dua pelabuhan tersibuk ini, ASDP telah memperkuat patroli gabungan, menata kawasan, memasang rambu dan media sosialisasi, mengatur jalur kendaraan, serta mengaktifkan pendataan wajah dan sistem pengawasan CCTV digital agar berjalan efektif sejak hari pertama.
Melalui soft launching ini, ASDP optimis sterilisasi akan melahirkan budaya operasional yang disiplin, aman, efisien, dan berbasis teknologi, memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap layanan penyeberangan nasional yang berstandar internasional. (Imron)



















