Bandar Lampung

Anggota DPRD Lampung Budiman AS Sikapi Soal Keluhan Uang Komite Sekolah

Pungutan uang komite masih menjadi keluhan utama wali murid di Kota Bandarlampung, khususnya warga Labuhan Ratu Raya, Labuhan Ratu.

Hal ini seperti yang disampaikan Eko, warga RT 05 Labuhan Ratu Raya, Kecamatan Labuhan Ratu saat menghadiri giat reses atau serap aspirasi masyarakat yang digelar Anggota DPRD Provinsi Lampung Budiman AS, Minggu (4/6/2023) belum lama ini.

“Uang komite yang dibebankan sekolah kepada kami wali murid cukup memberatkan Pak. Kalau bisa ditiadakan,” tegas Eko.

Baca Juga  Ketua DPRD Provinsi Lampung Kembali Menggelar Reses Tahap I Secara Lanjutan

Menanggapi hal ini, Budiman AS menjelaskan, Pemerintah pusat tidak mengeluarkan edaran soal pelarangan pungutan uang komite. Namun apabila memberatkan, menurut Budiman, pihaknya segera akan berkoordinasi dengan sekolah terkait.

“Insya Allah kita bantu pengurangan jumlah, atau nanti kita usulkan agar pungutan uang komite ini bisa dicover dengan Bosda,”ucap Ketua DPC Partai Demokrat Bandarlampung ini.

Sementara itu, salah satu warga mengeluhkan kesalahan pendataan BPJS. Ia menceritakan, data BPJS yang ia miliki, terpakai oleh warga lain, dengan nama yang berbeda.

Baca Juga  “Pancasila adalah tonggak penting dalam persatuan dan kesatuan bangsa,” kata Mardiana dihadapan konstituennya. Selain itu, ia juga menyampaikan jika selama ini dirinya merasa memiliki hubungan yang erat dengan warga setempat. “Kedekatan saya dengan warga Desa Karangrejo ini salah satunya melalui berbagai Program Aspirasi yang telah direalisasikan di sini dan juga tidak terlepas dari keterwakilan Bapak Hi. Tamanuri sebagai wakil kita di DPR-RI,” tutur Mardiana, legislator DPRD Provinsi Lampung periode 2019-2024 ini. Diterangkan, program-program aspirasi tersebut merupakan hasil sinergisitas dan komunikasi intens yang selama ini terjalin. “Tentu, berbagai program aspirasi yang telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat ini juga merupakan cerminan dari penerapan nilai-nilai ideologi Pancasila,” ungkapnya. Terpantau hadir, jajaran Kepolisian Sektor Sungkai Selatan; Babinsa, jajaran Panwascam Sungkai Selatan, tokoh masyarakat, serta warga setempat. (Ardi)

Menanggapi hal ini, Budiman menilai data yang dikelola telah carut marut, alias tidak tepat guna. Dirinya juga menyarankan kepada BPJS untuk mengupdate data per 3 bulan sekali.

“Jangan sampai carut-marut seperti ini, perlu ada rasionalisasi dengan memperbarui data penduduk,” ucapnya.

LEAVE A RESPONSE

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *