Newskabarindonesia.com; Lampung Selatan – Maraknya kritik yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, baik melalui media sosial maupun aksi penyampaian aspirasi menggunakan papan bunga, mendapat tanggapan dari Sekretaris Tim Pemenangan Egi-Syaiful Pilkada 2024, Rusman Efendi.
Rusman menegaskan dirinya tidak bermaksud membela secara membabi buta kebijakan Bupati dan Wakil Bupati, Radityo Egi Pratama dan M. Syaiful Anwar. Namun, ia mengajak masyarakat menyampaikan kritik secara objektif, berdasarkan data dan fakta, bukan sekadar asumsi pribadi.
“Kritik itu baik dan memang diperlukan sebagai bahan evaluasi pemerintah. Tetapi kalau kritik disampaikan tanpa data dan fakta, apalagi hanya berdasarkan asumsi pribadi, maka hal itu berpotensi membentuk opini yang keliru di tengah masyarakat. Bahkan bisa menyesatkan apabila dipersepsikan sebagai sebuah fakta,” ujar Rusman.
Rusman menyoroti kritik yang menyebut angka kemiskinan tidak berubah. Padahal, data resmi BPS menunjukkan penurunan nyata:
– 2024: 132,38 ribu jiwa (12,57%)
– 2025: 127,74 ribu jiwa (12,05%)
– Penurunan: 4.640 jiwa atau 0,52 persen
– Kemiskinan ekstrem: 0,60 persen — di atas rata-rata Provinsi Lampung maupun nasional
“Data ini bukan pendapat saya, tetapi data resmi BPS yang dapat diakses siapa saja. Rata-rata penurunan sejak 2015 hanya sekitar 0,30 persen per tahun, sehingga capaian 0,52 persen ini cukup signifikan,” jelasnya.
Rusman juga memaparkan sejumlah capaian pemerintah daerah:
– Investasi 2025: Rp3,040 triliun (115% dari target Rp2,64 triliun), membuka 4.209 lapangan kerja baru, mendorong pertumbuhan ekonomi 5,71%
– Program APBN: Pembangunan 2 Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, serta Koperasi Desa Merah Putih di Kecamatan Ketapang dan Rajabasa
– Rehabilitasi Rumah: 2.000 unit rumah tidak layak huni dibantu Rp20 juta/unit melalui APBN — tanpa membebani APBD
“Membangun daerah itu seperti membangun rumah, harus bertahap dari pondasi hingga atap. Tidak adil membandingkan pemerintahan yang baru berjalan kurang dari 2 tahun dengan kepala daerah yang sudah 1–2 periode,” ungkap Rusman.
Ia juga menyebut efisiensi anggaran pusat memang berdampak pada fiskal daerah, namun di sisi lain membuka peluang program strategis yang manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Rusman mengingatkan kembali bahwa kritik adalah bagian demokrasi yang sah, namun harus konstruktif dan berdasar data akurat agar tidak menyesatkan publik. Ia berharap masyarakat dan pemerintah dapat bersinergi membangun Lampung Selatan yang lebih baik. (Red)


















