Pasca Merger PT Prima Indonesia Logistik ke PT Multi Terminal Indonesia BUMN Hindari Pembayaran Publikasi
MEDAN – newskabarindonesia.com: Pasca merger 9 BUMN Logistik di tanggal 1 Juli 2026 di lebur menjadi PT Multi Terminal Indonesia tuai sorotan publik, Dampak PT Prima Indonesia Logistik merger hambat pembayaran publikasi beberapa media online, Senin (20/7/2026).
Alih alih merger, PT Multi Terminal Indonesia Badan Usaha Miliki Negara BUMN merupakan anak usaha PT Pelindo Solusi Logistik (SPSL), yang merupakan subhoolding dari PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo harus bertanggung jawab terkait tunggakan pembayaran publikasi PT Prima Indonesia Logistik.
Isunya, 9 BUMN Logistik kini dilebur ke PT Multi Terminal Indonesia Pemerintah akan menggabungkan 9 cucu hingga cicit BUMN logistik ke PT Multi Terminal Indonesia, dengan Pos Indonesia sebagai pengendali penuh pada 2027.
”Rencana pemerintah untuk menggabungkan BUMN logistik semakin matang dengan konsolidasi atau peleburan sembilan perusahaan pelat merah ke dalam PT Multi Terminal Indonesia sebagai surviving entity per 1 Juli 2026″.
Intinya, sebelum merger ke PT MTI, PT PIL terkesan hindari “Pembayaran Publikasi” kepada tim media menjadi catatan buruk perusahaan logistik Pelindo di BUMN.
Sebelum PT Prima Indonesia Logistik di lebur ke MTI, PT PIL turut andil berperan menyampaikan beberapa faktor penting di bidang usaha logistik yang menjamin kelancaran barang ke tingkat Nasional dan mempersiapkan untuk memasuki pasar Internasional.
Sementara Humas PT PIL Awi Ritonga saat dikonfirmasi melalui whatsappnya terkait hal ini,” pengajuan sedang tahap proses dan mohon sabar “, Jawabnya .
(Rikcy)





















