BELAWAN – newskabarindonesia.com: Kedatangan kapal sejarah KM Bima Suci, PT Pelindo (Persero) Regional 1 Cabang Belawan pungut biaya kepada masyarakat sebagai tanda masuk (PAS) Pelabuhan Belawan, Selasa (24/10/1/2023).
Warga kecewa lantaran dipungut biaya PAS masuk Pelabuhan Belawan padahal tujuan masyarakat melihat KM Bima Suci sandar di dermaga Terminal Bandar Deli Belawan, Medan Sumatera Utara.
Amatan tim media, ribuan masyarakat padati dermaga Terminal Penumpang Bandar Deli Belawan untuk melihat secara langsung kapal sejarah KM Bima Suci.
Dikatakan Fitri warga kelurahan sicanang Belawan mengatakan kecewa ada pungutan biaya sebagai tanda masuk (PAS) Pelabuhan Belawan.
Padahal, di hari minggu dan senin kemarin tidak ada petugas meminta uang PAS. “Tiba tiba dihari ini Selasa (24/10/2023) sore ada aturan biaya PAS bernilai 10 ribu rupiah,” Ujarnya Fitri bersama keluarga melihat Kapal Sejarah KM Bima Suci
Selain itu, Lipson Sitinjak sebagai wartawan pun dikenakan biaya 5 ribu rupiah berbeda dengan masyarakat yang lain. Warga yang lain dikenakan biaya PAS sepuluh ribu dan lima belas ribu rupiah.
Sepertinya, PAS Pelabuhan Belawan diterapkan PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Belawan untuk meningkatkan Pendapatan Daerah.
Herannya, uang tersebut entah kemana bakal di setor pihak PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Belawan. Ungkap Lipson
Hasil konfirmasi GM PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Belawan, Junaidi Ramli saat via seluler mengatakan pengutipan yang dilakukan anggotanya itu resmi.
Bila tidak dikutip, kita yang salah karena melepaskan pendapatan untuk negara dan kena juga saya nantinya. Ucap GM Pelindo
Tanda masuk (PAS) Pelabuhan Belawan sesuai surat keputusan Direksi PT Pelabuhan Indonesia I (Persero) Nomor : US. 11/1/3/PI 13 tanggal 16 Januari 2013,
“Coba dibaca, ada SK tertulis di selembar kertas tanda masuk Pelabuhan Belawan,” ucap GM PT Pelindo (Persero) Regional I Cabang Belawan Junaidi Ramli dengan singkatnya
(Rikcy/tim)





















