BELAWAN – newskabarindonesia.com: Rembuk Iklim digelar DPD KNTI Kota Medan hasilkan gagasan serta rekomendasi untuk kesejahteraan nelayan tradisional berlangsung sukses di aula kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, Jumat (8/12/2023).
Ketua KNTI Kota Medan, M. Isa Albasyir dalam sambutannya mengatakan bahwa Pemerintah harus hadir dalam memenuhi hak-hak Nelayan berupa Perlindungan Nelayan yang diatur dalam UU No. 45 tahun 2016 serta Mereboisasi Laut Selat Malaka.
Saat ini, diperairan laut selat malaka sudah sangat rusak diakibatkan maraknya kapal-kapal nelayan yang tidak lagi ramah lingkungan melakukan proses penangkapan ikan di sekitar perairan laut selat Malaka.
“Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara diwakilkan oleh Kabid Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara Jenni mengatakan saat acara harus dipastikan bahwa nelayan memiliki akses ke sumber daya laut yang cukup, perlindungan yang memadai dari bahaya di laut, dan jaminan keamanan ekonomi”.
Sehingga para nelayan dapat segera mengambil tindakan yang diperlukan guna memastikan kesejahteraan nelayan terjamin.Terangnya Kabid Diskanla Sumut Jenny saat pemaparan dengan pengurus DPD KNTI Kota Medan.
Rembuk Iklim Dewan Pimpinan Daerah Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (DPD KNTI) berlangsung di Aula Nelayan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan PPSB Jalan Pelabuhan Perikanan Gabion Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan Sumatera Utara.
Adapun narasumber dari PPSB Belawan, PSDKP Belawan, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatera Utara bersepakat bahwa Sumber Daya Alam harus dilindungi dari ancaman perubahan iklim yang terjadi beberapa tahun ini serta juga Sumber Daya Manusianya juga harus dilindungi dari ancaman Perubahan Iklim yang dapat menyebabkan kematian sebab perubahan iklim mengakibatkan cuaca extrem yang mengancam keselamatan para nelayan.
Saripuddin nelayan kecil asal Kelurahan Bagan Deli Belawan menuturkan dalam rembuk iklim yang dilakukan DPD KNTI Kota Medan sangat bermanfaat bagi nelayan kecil seperti kami.
Bahwa selama beberapa tahun ini tangkapan kami nelayan kecil berkurang dan tanpa kami sadari ternyata terjadi perubahan Iklim. Ujarnya Saripuddin
Untuk itu, Saparuddin mewakili para nelayan berharap kepada para pihak terkait segera mengantisipasi atas terjadinya perubahan iklim. Agar para nelayan mendapatkan perlindungan berupa BPJS Ketenagakerjaan sesuai amanat Undang Undang melalui Pemerintah. Terangnya
Acara rembuk iklim ini bersepakat bahwa dalam menghadapi perubahan iklim pemerintah akan berupaya dalam mencari solusi yang konkrit sehingga tidak ada lagi nelayan yang ragu akan melakukan tangkapan dilautan.
Ketua KNTI Kota Medan M. Isa Albasyir dalam sambutan mengatakan bahwa hasil dari kegiatan Rembuk Iklim ini akan kami sampaikan ke pihak-pihak berwenang serta menjadi kajian DPP KNTI kedepannya.
“Rembuk Iklim digelar bertujuan untuk memberi pemahaman tentang terjadinya perubahan iklim yang menyebabkan kurangnya pendapatan para nelayan kecil serta bagaimana pencegahan berkelanjutan”. Pungkasnya M. Isa Albasyir
Disela sela acara, DPD KNTI Kota Medan turut serta membagikan bantuan sebanyak 500 paket sembako untuk para nelayan Kota Medan.
(Rikcy)



















